Minggu, 05 Mei 2013

Tugas II IMK ; Game Multiplayer (Komunitas Commuter)


Komunitas Commuter : Di jaman yang sangat sibuk ini pasti semua orang ingin mempunyai sedikit waktu untuk menghibur diri. Walaupun sedang dalam perjalanan seperti di mobil, kereta, pesawat dan kendaraan lainnya kebanyakan orang ingin memiliki kegiatan yang sedikit menghibur dan bisa membunuh kejenuhan. Dan kali ini yang saya maksudkan adalah seperti jejaring social yaitu dengan bermain game secara multiplayer atau join game dengan banyak orang. Siapa yang tidak tahu game pada gadget gadget tertentu, pasti semua orang senang dan antusias jika sudah main game. Di sini saya akan mencoba menjelaskan tentang game multiplayer atau join game. Game multiplayer itu ialah jika anda bermain game tapi tidak hanya anda saja yang bermain tapi anda juga bisa bermain bersama dengan yang lain dari 2 orang bahkan hingga 5 orang lebih. Banyak game yang bisa menggunakan multiplayer game atau join game sehingga banyak orang yang juga akan memainkannya secara bersamaan. Kita bisa banyak memainkan game dengan gadget atau teknologi apa saja. Di jaman sekarang ini sudah banyak sekali media yang menyediakan fitur game yang dengan mudah untuk kita mainkan, mulai dari yang online dan juga offline. Jika anda memainkan game yang online sudah pasti anda harus mempunyai jaringan internet untuk menyambungkan dan masuk game tersebut. Namun jika hanya game offline anda tidak perlu media internet untuk masuk dan memainkan game tersebut. Sebenarnya masyarakat kita sekarang ini lebih memilih memainkan game yang offline, karna tidak perlu lagi membutuhkan jaringan internet untuk memainkannya.

Sekarang saya akan memperlihatkan beberapa gambaran tentang game multiplayer. Multiplayer adalah Jenis game yang dapat dimainkan lebih dari satu pemain pada arena game yang sama dan pada waktu yang bersamaan pula. setiap pemain dalam game multiplayer memungkinkan setiap pemainnya saling berinteraksi dengan pemain lainnya, bekerja sama dalam tim yang sama, menjadi lawan tanding, hingga mampu menyediakan bentuk komunikasi sosial yang hampir tidak ditemukan pada game dengan orientasi single-player.

Ini adalah beberapa gambaran game multiplayer yang online dan offline. Pertama saya akan menjelaskan tentang game multiplayer yang online. Game online adalah teknologi daripada genre, sebuah mekanisme untuk menghubungkan pemain bersama daripada pola tertentu gameplay . game online yang dimainkan selama beberapa bentuk jaringan komputer , biasanya pada internet . Salah satu keuntungan dari game online adalah kemampuan untuk terhubung ke permainan multiplayer , meskipun single-player game online yang cukup umum juga. Keuntungan kedua dari game online adalah bahwa persentase besar dari permainan tidak memerlukan pembayaran. Juga ketiga yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan berbagai jenis permainan untuk semua jenis pemain game.

 Jadi pertama anda masuk log in yaitu dengan id dan sebelum masuk game tersebut anda pun harus mendapat koneksi ke internet.


Lalu, anda pilih menu bermain multiplayer dan berapa jumlah pemainnya lalu anda pilih OK.
Description: D:\modo 2.png

Dan, anda akan masuk ke permainanya dan menunggu pemain lain masuk ke permain itu lalu anda bisa memulai permainannya.
Description: D:\modo 3.jpg

Lalu selanjutnya saya akan menjelaskan tentang game multiplayer yang offline dan tidak memerlukan koneksi internet. Pertama anda masuk ke game tersebut. Seperti di bawah ini. Game ini tidak membutuhkan koneksi internet tetapi hanya membutuhkan bantuan Bluetooth agar bisa tersambung dengan pemain lain.
Description: C:\Users\ganif simbolon IV\Pictures\IMG-20130506-00876.jpg

Lalu selanjutnya anda pilih bluetooth dan pilih host a game dan tunggu pemain lain menerima dan masuk permainan yang anda buka.
Description: C:\Users\ganif simbolon IV\Pictures\IMG-20130506-00877.jpg
Dan setelah itu pemain lain akan tersambung dan masuk dalam permainan.
Description: C:\Users\ganif simbolon IV\Pictures\IMG-20130506-00878.jpg

Lalu anda bisa mulai permainannya dengan pemain lain.
Description: C:\Users\ganif simbolon IV\Pictures\IMG-20130506-00879.jpg

Jadi pada dasarnya bermain game itu memang sangat menghibur dan menghilangkan bosan dan bisa menjadi jejaring social pula. Kita bisa saling sharing tentang game tersebut dan memperluas pergaulan. Namun pasti segala hal akan ada dampak positif dan negatifnya. Jadi jangan terlalu terbuai dengan asyiknya bermain game.

Minggu, 07 April 2013

Tugas softskill : Interaksi Manusia Dan Komputer


TUGAS SOFTSKILL
INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER






Nama   : Adityo Hendratmo (20111251)
              M Ganif Haruman (28111095)
Kelas   : 2 KB04











Observasi Tentang Penggunaan Televisi.

Teknologi Televisi

Di sini Kami  akan menjelaskan sebuah kesimpulan tentang perkembangan teknologi televisi, di sini kami akan menerangkan fungsi apa saja dan menu yang terdapat dalam sebuah teknologi televisi.

-          - Remote Televisi
Alat ini adalah alat dimana tv akan bisa kita kendalikan dengan mudah. Dengan tulisan tulisan yang ada pada remote tersebut pengguna dimudahkan untuk menentukan apa yang ia ingin lakukan terhadap tv tersebut.


Cara Kerja Remote Control dan Komponen-komponennya:
Komponen-komponen remote control yang dijelaskan adalah jenis remote control yang sering dijumpai di peralatan-peralatan elektronika rumah, menggunakan gelombang infra merah sebagai pembawa sinyal. Sebuah sistem remote control terdiri dari beberapa bagian :

1. Transmitter(pengirim sinyal)
Alat ini berfungsi untuk mengirimkan instruksi ke peralatan elektronika. Alat ini adalah sebuah LED(light emitting Diode) sinar infra merah yang berada di pesawat remote control.

2. Panel Remote control.
Panel ini berisi sejumlah tombol di pesawat remote control. Setiap tombol memiliki fungsi yang berbeda-beda.Bentuk panel ini tergantung dari jenis alat yang dikendalikannya.

3. Papan rangkaian elektronik
Di dalam setiap pesawat remote control terdapat sebuah papan rangkaian elektronik, dalam bentuk sirkuit terintegrasi(integrated circuit). Fungsi komponen ini adalah membaca tombol yang ditekan pengguna kemudian membangkitkan transmitter untuk mengirimkan sinyal dengan pola sesuai tombol yang ditekan

4. Receiver(penerima sinyal)
Alat ini berada di dalam alat elektronika yang akan menerima instruksi. Untuk jenis sinar infra merah alat yang digunakan adalah fototransistor infra merah. Alat ini berperan dalam mendeteksi pola sinyal infra merah yang dikirimkan remote control.

Gelombang infra red adalah salah satu nama untuk lebar frekuensi pada spektrum gelombang elektromagnetik. Pada spektrum gelombang electromagnet, panjang gelombang infra red lebih panjang dari cahaya tampak dan lebih pendek dari gelombang radio. Panjang gelombang infra red berada antara 750 nm(nano meter) hingga 1 mm(mili meter). Prinsip cara kerja remote control sendiri sebetulnya cukup sederhana, sinyal sinar infra merah dipancarkan dari pemancar remote control membentuk pola sinyal tertentu. Selanjutnya pola sinyal tersebut akan diterima oleh peralatan elektronik, lalu pola sinyal tersebut akan diterjemahkan menjadi instruksi tertentu.


-          - Menu yang akan di tampilkan dalam televisi

Di sini kami akan menerangkan setiap menu yang ada di dalam televisi. Fitur ini adalah dimana kita bisa tahu apa saja yang bisa dilakukan tv ini dan settingan apa saja yang kita bisa atur sendiri pada tv ini.

Chanel

Pencarian otomatis : Cari dan simpan semua saluran yang tersedia melaui antena dan kabel inputan.
Pencarian manual : Cari saluran secara manual dan simpan. Memungkinkan bagi anda untuk menambah/menghapus saluran dari memory penyimpanan TV.
Edit Chanel : Menambah atau menghapus saluran dari daftar saluran. Anda bisa juga memblokir saluran tertentu.

Ada salah satu fitur yang cukup canggih di zaman sekarang ini dimana tv ini kita bisa sambungkan dengan sebuah laptop. Dan kita bisa menggunakan tv ini untuk menunjukan view dari laptop tersebut ada pada tv tersebut. Namun teknologi ini hanya bisa kita gunakan pada tv LED/LCD tv yang sekarang sudah mulai ramai di gunakan oleh masyarakat kita. Dan ini gambar yang memperlihatkan sebuah tv yang memperlihatkan view dari laptop.


-  Pengguna teknologi sebuah televisi



Pendapat pengguna yang memiliki sebuah televisi.

Dari seseorang yang kami wawancarai sedikit tentang televisi jaman sekarang dan kepuasan menggunakannya ia berkata bahwa “televisi di era zaman canggih seperti ini sangatlah hebat dari segi gambar sangat memanjakan para penonton televisi dengan kualitas gambar yang sangat bagus. Dari segi suara memang tak beda jauh dengan tv cembung pada zaman tahun yang lalu. Dan dari segi fitur lah yang sangat meningkat drastic karna pengguna televise di manjakan dengan fitur fitur canggih yang bisa di gunakan secara mudah dan memuaskan para pengguna televise”.



Sabtu, 30 Juni 2012


Cara Mencegah Kebakaran di Rumah

1. Awasi api kompor yang menyala saat memasak, usahakan tidak meninggalkannya tanpa pengawasan.

2. Jangan mengenakan pakaian panjang, longgar, terjuntai saat memasak. Jika api membakar pakaian di badan, lakukan tiga langkah: STOP, DROP, ROLL.
    (1) Tetap di tempat dan jangan lari,
    (2) Jatuhkan badan ke lantai,
    (3) Gulingkan badan berulang kali sampai api telah padam. Tutupi wajah Anda dengan tangan untuk melindunginya dari api.

3. Jauhkan bahan yang mudah terbakar  dari sumber panas dan api, misalnya kain, kertas, koran, gorden, plastik, kayu kering, karpet, cairan (minyak, bensin, cat semprot, pelarut cat, pestisida, alkohol), dll.

4. Hindari merokok di atas ranjang. Hati-hati mengantuk saat merokok di sofa sambil menonton televisi. Jangan tinggalkan rokok yang menyala. Lebih baik Anda merokok di luar rumah, karena asap beracun yang dihembuskan di dalam ruangan akan terhirup orang lain.

5. Buang semua puntung rokok dan korek api yang telah digunakan dengan benar. Jangan pernah biarkan anak Anda menyentuhnya. Pastikan puntung rokok tidak lagi menyala dan asbak selalu bersih dari abu sisa rokok.

6. Pastikan pematik api jauh dari jangkauan anak-anak dan simpan di tempat kering & dingin seperti laci atau lemari yang terkunci.

7. Saat memegang lilin, jauhkan dari pakaian yang digantung.

8. Pastikan Anda meletakkan lilin dengan stabil dan tidak akan terjatuh. Tiup lilin setelah Anda selesai menggunakannya dan jangan pernah menyalakan lilin saat tidak ada yang menjaganya. Awasi saat lilin menyala dekat binatang peliharaan atau anak Anda untuk mencegahnya jatuh ke bahan yang mudah terbakar.

9. Pastikan satu stopkontak tidak dibebani dengan banyak perangkat listrik untuk menghindari korsleting dan ledakan. Gunakan kabel yang sesuai dengan perangkat listrik.

10. Jangan menyalakan pemanas ruangan saat tidak ada orang dewasa yang dapat mengawasinya. Pilih pemanas ruangan yang mati secara otomatis.

11. Jangan menggunakan alat elektronik di dekat air, terutama di kamar mandi.

12. Beli alat pemadam api untuk di rumah. Letakkan di dapur maupun di garasi. Lakukan pengecekan alat pemadam setiap setahun sekali, dan perhatikan juga tanggal kedaluwarsanya saat membeli. Pasang sprinkler pemadam api jika memungkinkan.

13. Pasang detektor asap. Pastikan detektor asap Anda letakkan di setiap lantai rumah dekat setiap kamar tidur yang tersedia. Periksa detektor asap setiap bulan dan ganti baterainya setahun sekali.

14. Buat semacam rencana penyelamatan darurat ke luar rumah. Minimal terdapat dua jalan keluar darurat di setiap ruangan. Pastikan semua anggota keluarga (termasuk anak kecil) mengetahui bahaya api, tindakan penyelamatan dan ke mana jalan keluar darurat. Lakukan pelatihan setiap 6 bulan.
PENGERTIAN KEPERCAYAAN

Kepercayaan memang suatu kata yang mengandung makna yang luar biasa, bagaimana tidak dengan kepercayaan yang diberikan biasanya apapun yang dilakukan bisa dibenarkan. Kepercayaan biasanya diberikan kepada seseorang yang dinilai mampu serta bijak dalam menjalankan serta memagang kepercayaan tersebut. Bentuk kepercayaan tentu beraneka ragam salah satunya "mungkin" kepercayaan masyarakat kepada pemimpinnya yang dianggap mampu dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin, bijak dalam mengambil keputusan, menyajikan bukti bukan janji serta bisa berlaku amanah serta adil terhadap rakyat yang di pimpin. Kepercayaan yang di berikan kepada seseorang "bisa dikata" suatu amanah yang harus selalu dijaga, sehingga apa yang di harapkan bisa berjalan sesuai dengan harapan bersama.

Tetapi apa jadinya jika kepercayaan yang telah diberikan disalah gunakan, tentu berakibat fatal yang membuat jalinan silaturahmi terputus, hubungan persahabatan menjadi sirna, hubungan kerja akan berakhir, serta banyak lagi akibat yang akan timbul dari penyalahgunaan tersebut dan yang paling "dikhawatirkan" jaminan nama baik yang akan menjadi jelek dan juga kerugian yang harus ditanggung oleh pihak tertentu.

Arti Kepercayaan, Makna Sebuah KepercayaanPenyimpangan kepercayaan bisa terjadi karena berbagai sebab, seperti karena dipaksa oleh keadaan, lupa/khilaf (yang disengaja atau tidak) dan lain sebagainya. Menurutku..., yang terpenting untuk menghindari terjadinya penyimpangan kepercayaan, salah satunya adalah berkoordinasi, karena dengan berkoordinasi setiap kendala yang ada bisa sejak dini diketahui, sehingga kedua belah pihak bisa mengambil keputusan terbaik dan tidak ada yang dirugikan.

Menjaga kepercayaan memang bukan suatu yang ringan, tetapi apapun bentuknya suatu kepercayaan akan terasa indah bila dijalankan dengan bijak dan penuh tanggung jawab. Jadi bagi yang sekarang diberikan kepercayaan baik dari keluarga, perusahaan, sahabat atau dari siapapun tentunya harus kita jaga dengan tanggung jawab, ketulusan serta keikhlasan.

Setiap permasalahan tentu ada solusinya istilah yang ada "mungkin" seperti ini, sesuatu penyampaian yang pahit jika disampaikan dengan manis tentu akan mudah diterima sehingga yang terasa pahit bisa menjadi sedikit manis :D. Tulisan diatas hanya sekedar sharing, jadi "harapan" DigitalBaca masukan, komentar, cara pandang tentang "Arti Sebuah Kepercayaan" atau sharing pengalaman dari pembaca sekalian akan sangat berarti untuk menjadi lebih baik dimasa sekarang dan dimasa selanjutnya.


OPINI :

Kepercayaan merupakan hal yang penting karena membantu mengatur kompleksitas, membantu mengembangkan kapasitas aksi, meningkatkan kolaborasi dan meningkatkan kemampuan pembelajaran organisasi. Kunci yang sangat penting dalam membangun kepercayaan yang tinggi dalam organisasi adalah pencapaian hasil, bertindak dengan integritas, dan pendemonstrasian perhatian. Peningkatan tingkat kepercayaan membutuhkan keseimbangan dari hal-hal penting yang telah tersebut di atas, meskipun ada konflik di antara para pihak dalam organisasi. Tindakan penyeimbangan membutuhkan desain organisasi yang dapat mendukung kepercayaan, baik struktur organisasi maupun budaya tidak formal (Shaw,1997). Berdasarkan uraian tersebut timbul suatu pertanyaan. Apa definisi atau pengertian kepercayaan? Dalam hal ini akan dikemukakan definisi atau pengertian kepercayaan menurut pendapat para ahli atau pakar, antara lain : (1) Das dan Teng (1998) memberikan definisi ataupengertian kepercayaan (trust) sebagai derajat di mana seseorang yang percaya menaruh sikap positif terhadap keinginan baik dan keandalan orang lain yang dipercayanya di dalam situasi yang berubah ubah dan beresiko. (2) Rousseau et al, (1998) memberikan definisi atau pengertian kepercayaan sebagai bagian psikologis yang terdiri dari keadaan pasrah untuk menerima kekurangan berdasarkan harapan positif dari niat atau perilaku orang lain. (3) Mayer (1995) memberikab definisi kepercayaan dalam definisi yang lain dinyatakan sebagai keinginan suatu pihak untuk menjadi pasrah/menerima tindakan dari pihak lain berdasarkan pengharapan bahwa pihak lain tersebut akan melakukan sesuatu tindakan tertentu yang penting bagi pihak yang memberikan kepercayaan, terhadap kemampuan memonitor atau mengendalikan pihak lain. (4) Doney et.al. (1998) memberikan definisi atau pengertian kepercayan sebagai sesuatu yang diharapkan dari kejujuran dan perilaku kooperif yang berdasarkan saling berbagi norma-norma dan nilai yang sama .


PENGERTIAN KESEPIAN


Perasaan kesepian adalah sebuah fenomena universal yang dapat terjadi pada setiap individu dalam ras manapun, usia berapapun, dan sepanjang kehidupan sejarah manusia. Orang-orang kota yang hidupnya dikelilingi segala fasilitas ternyata ditemukan memiliki rasa kesepian ini. Pada masyarakat urban (perkotaan) yang impersonal lebih mudah ditemukan sebuah kondisi perasaan sepi atau sendiri, dimana individu menemui individu lain tidak sebagai dirinya sendiri, melainkan sebagai bentukan dari tugas-tugas atau kewajiban dalam masyarakat saja.

Di tengah sebuah perkembangan dalam teknologi komunikasi yang sedemikian maju, yang memungkinkan berbagai jenis orang dari berbagai daerah di penjuru dunia untuk saling berkomunikasi, berbagi jasa, informasi maupun data melalui teknologi canggih misalnya, ternyata ditemukan orang-orang yang merasa sedih karena “sendiri”. Lebih parahnya lagi, para ahli menyebutkan bahwa kondisi ini merupakan kondisi awal dari terjadinya bentuk-bentuk gangguan jiwa yang lebih berat seperti depresi, stress, agresi, bunuh diri bahkan dapat memicu ke dalam berbagai bentuk kecanduan (cth: kecanduan narkoba, alkohol, internet, judi, dll) yang awalnya dikarenakan individu ingin melarikan diri dari rasa kesepiannya tersebut.

SUMBER : http://metakalasari.wordpress.com/2010/06/09/pengertian-kesepian/

OPINI :

Pengertian Kesepian.

Kata dasar “kesepian” adalah “sepi”, setuju? Good.!!
Menurut saya, pengertian sepi adalah suatu keadaan/ situasi yang terasa begitu hampa/kosong bagi indera penglihatan atau pendengaran dan tidak memberikan kepuasan apapun.

Kata Sepi merupakan kata sifat, biasanya digunakan untuk keterangan waktu dan tempat.. misalnya rumah sepi (rumah yang sepi), pagi sepi, tengah malam sepi, sekolah sepi, kota sepi, dsb..

Saya belum pernah tuh menemukan “sepi” yang dipakai untuk kata benda ataupun kata kerja.. (Sendal sepi?? Sapu sepi?? Laptop sepi?? Memasak sepi?? ketawa sepi?? Ga laaah…!!)
Naaaah…. Sedangkan “kesepian”, merupakan kata benda. Kalo Englishnya siih sepi=lone, kesepian=loneliness.. (klo ga percaya lihat aja di kamus). Bila “kesepian” adalah kata benda, maka artinya “kesepian” dapat berperan sebagai objek ataupun subjek, dengan kata lain “kesepian” dapat diderita oleh subjeknya, ataupun menderitakan objeknya. Siapakah subjek/ objek sang kesepian? Sudah tentu, semua psiko/jiwa makhluk yang ngaku-ngaku sebagai makhluk sosial.
Jadi kesimpulannya… definisi kesepian adalah suatu keadaan jiwa yang merasa hampa/kosong, dan tidak mendapatkan kepuasan dalam hubungan sosialnya.

Di saat sendiri dan sunyi pastinya kebanyakan orang berfikir mereka sangat kesepian dan hampa. Banyak yang mereka fikirkan di saat kesepian dan sendirian di suatu tempat yang sunyi. Namun di saat kesepian tergantung dari manusianya sendiri ada yang di saat kesepian bisa merasakan senang dan sedih ada juga yang bisa di saat kesepian mereka memakai waktu itu untuk berkhayal, belajar, dan lainnya. Manusia biasanya sangat tidak ingin dan mejauhi kesepian tersebut karna mereka merasa hidupnya hampa jika merasakan kesepian.

Rabu, 02 Mei 2012


CONTOH TANGGUNG JAWAB

Tanggung Jawab Dalam Pendidikan
(Bagaimana Menanamkan Tanggung Jawab Pada Anak)

“Didiklah anak-anakmu, sebab mereka akan mengalami zaman yang berbeda dengan zaman kamu”
- (hadits) –

Mengapa Pendidikan Penting?
Pendidikan menjadi kata kunci di dalam pembentukan diri seseorang. Semenjak Fraire berikrar bahwa pendidikan adalah tak lain sebagai rangkaian dari proses Humanisasi, ketiadaanya merupakan hal yang mesti dihindari di dalam membentuk pola masyarakat yang dinamis dan bermental kuat disamping bermoral terpuji. 
Bermula dari bentuk sederhana proses mendidik pada bangsa Yunani kuno, lambat laun ketika struktur masyarakat menjurus pada arah yang lebih kompleks, kehadiran pendidikan melalui wajah ‘institusi’ menjadi keniscayaan. Kehadiran institusi yang diharapkan mampu menggantikan posisi ayah dan ibu – membimbing, merawat dan mendidik anak – tak dapat dilepaskan dari pentingnya makna pendidikan itu sendiri. Penggantian posisi orang tua dalam mendidik anak, dimafhumi sebagai proses sosial yang memiliki dinamika untuk bergerak. Wujud sekolah sebagaimana yang kita kenal saat ini merupakan bentuk institusi yang dahulunya bernama scolae pada bangsa Yunani.

Akan tetapi, yang perlu menjadi perhatian disini, adalah proses perubahan peran tersebut di dalam cakupannya yang lebih luas. Di satu sisi, perubahan peran disebabkan oleh suatu proses sosial, orang tua yang lebih disibukkan oleh aktifitas di luar rumah dalam mencari nafkah keluarga dibanding dengan kesediaan waktunya untuk menemani anaknya, di sisi lain perubahan ini pula menjadi dasar bagi kita untuk menarik kesimpulan bahwa pendidikan adalah segala-galanya. Dengan demikian kita melihat bagaimana bangsa Yunani mendudukan pendidikan dalam kaca mata yang luhur, artinya proses pendidikan sedapat mungkin harus dilakukan oleh orang tua semenjak dini kepada anak-anaknya.
Sementara itu, jika peran sosial lebih menuntut orang tua untuk berkiprah diluar, maka hendaknya proses mendidik anak tidak menjadi terbengkalai. Inipun dengan catatan, bahwa pergantian peran tersebut hanya sebatas mengisi kekosongan kecil yang ditinggalkan oleh orang tua bagi anak-anaknya. Sedangkan porsi terbesarnya tetap dipegang oleh orang tua sebagai pihak yang sangat vital dalam perkembangan anak.

“Proses” Dalam Tanggung Jawab
Setiap proses tentunya terikat oleh ruang dan waktu. Ruang di sini adalah kondisi dimana terjadi, penciptaan proses, bentuk proses, cara berproses, dan apa yang diharapkan dari proses itu sendiri. Maksudnya setiap proses yang ada melibatkan hal-hal diatas, sehingga proses yang berjalan dilalui secara objektif, dalam artian memasuki wilayah yang rasional, sebagai bentuk lain dari hubungan kausalitas – sebab dan akibat. Keterikatan proses dengan waktu juga nampak jelas, sebab proses pada akhirnya akan menuju pada cita-cita ideal sebagaimana ketika proses itu diciptakan. Artinya, suatu saat proses tersebut akan berhenti, sebagai tuntutan dari pertanyaan mengenai berhasil atau tidaknya proses yang dijalani. Sehingga jika proses tersebut dinilai kurang, maka akan menjadi bahan evaluasi yang harus dilakukan sesegera mungkin.
Kaitannya dengan tanggung jawab adalah bahwa tanggung jawab, sebagaimana hal ini juga ingin kita tujukan kepada diri kita sendiri disamping kepada anak-anak, tentunya terjadi jika melalui suatu proses tertentu. Proses disini adalah sebuah peristiwa yang tercipta lewat upaya sadar dengan tujuan keinginan menuai hasil secara baik dari misi yang kita tanamkan sebelumnya. Dan proses tersebut merupakan rangkaian yang saling berkaitan serta membutuhkan perjalanan yang cukup panjang. Akan tetapi, keikatan waktu pada akhirnya yang membatasinya, artinya perlu ada satu standar yang dapat dijadikan patokan untuk menilai hasil dari proses penanaman tanggung jawab selama proses tersebut berlangsung.

Pengertian Tanggung Jawab
Tanggung jawab menurut kamus besar Bahasa Indonesia W. J. S. Poerwadarminta adalah “keadaan wajib menanggung segala sesuatunya” artinya jika ada sesuatu hal, boleh dituntut, dipersalahkan, diperkarakan dan sebagainya. Tanggung jawab ini pula memiliki arti yang lebih jauh bila memakai imbuhan, contohnya ber-, bertanggung jawab dalam kamus tersebut diartikan dengan “suatu sikap seseorang yang secara sadar dan berani mau mengakui apa yang dilakukan, kemudian ia berani memikul segala resikonya”. Dalam artian lain, tanggung jawab meminjam istilahnya Bung Hatta adalah integritas individual.
Perlu menjadi perhatian utama, adalah bagaimana membentuk pola pikir anak agar pada suatu saatnya nanti mampu memiliki integritas – tanggung jawab – baik itu secara pribadi maupun dalam kehidupan kolektif, sebagaimana hal itu tercantum dalam definisi di atas. Dengan kata lain, tanggung jawab yang dimaksudkan disini adalah suatu investasi yang tak ternilai harganya, yang ditanamkan pada seorang anak demi masa depannya kelak. Dan penanaman tanggung jawab itu sendiri hanya dapat tercapai jika dijalani lewat proses pendidikan. Pendidikan disini bukanlah pendidikan sebagaimana pandangan konvensional yang mengatakan bahwa mendidik adalah urusan sekolah (institusi). Akan tetapi pendidikan yang saya maksudkan adalah pendidikan yang sebenar-benar pendidikan, yaitu pendidikan yang dilalui sepanjang hayat, yang dilakukan oleh orang tua semenjak kehadiran anak didunia, melalui transmisi kasih sayang, kepedulian, kepercayaan, emphati dan kesinambungan serta pengarahan secara spiritual.
Dengan demikian Humanisasi menjadi kenyataan, yaitu penciptaan iklim mendidik anak untuk menjadi manusia yang berbudi, memiliki jiwa, merdeka, mampu menghargai dirinya, dan mampu pula untuk memaknai akan makna penciptaannya didunia. Artinya pendidikan yang dimaksudkan disini tak lain merupakan suatu upaya memanusiakan manusia, dan tanggung jawab merupakan salah satu indikator keberhasilannya.

Memulai Dari Dalam Baru Keluar
Berbicara cara, maka kita memasuki wilayah epistemologis, tentang bagaimana sesuatu itu memiliki metode, cara dan bagaimana proses dari bentuk itu bekerja. Tanggung jawab yang menjadi indikator keberhasilan dari proses pendidikan disini, tentunya tak terlepas dari kesadaran kita untuk mencoba memaknai wilayah ontologisnya terlebih dahulu sebelum bermuara pada tataran aksiologisnya – bagaimana hasil atau manfaatnya?.

Dengan kesungguhan dan kerja keras dari orang tua dalam menanamkan terlebih memberikan contoh tanggung jawab, bukan tidak mungkin proses yang terikat pada waktu pada akhirnya bermuara pada kebahagiaan, baik itu kebahagiaan orang tuanya maupun anaknya sendiri. Ada beberapa contoh konsep yang patut diterapkan didalam memaknai dan mengimplementasikan bagaimana menanamkan tanggung jawab sekaligus bagaimana membuat model tanggung jawab itu sendiri bagi anak.
Pertama adalah memulai dari dalam – jadilah tindakan itu sendiri dan jangan jadi sasaran tindalan. Konsep ini dicetuskan oleh maestro 7 Habbits Of Highly Effective People. Maksudnya, adalah bahwa orang tua selaku komponen yang paling vital dalam hal ini, dituntut bertindak terlebih dahulu sebelum menuntut sesuatu dari anak. Memulai dari dalam sebelum keluar, adalah membersikan diri terlebih dahulu sebelum membersihkan hal yang berada diluar, menanamkan tanggung jawab, mengiklaskan hati, dan menjadikan model dirinya bagi anak-anaknya. Sebab menurut satu penelitian, bahwa kekuatan yang terpancar secara kuat dari dasar hati, akan memberikan energi positif, dalam hal ini kepada anak-anaknya. Contohnya adalah paradgima, jika paradigma orang tua berubah dari tidak percaya kepada anak, menjadi percaya dan mampu memberikan pengakuan bahwa seorang anak itu memiliki harga dalam hidup, maka niscaya anak tersebut akan ebrbuat sebagaimana paradigma tersebut. hal ini dibuktikan Covey kepada anaknya, dari semula berpandangan negatif menjadi energi positif berupa kepercayaan. Walhasil banyak hal spektakuler yang dilakukan anaknya (padahal konon anak tersebut sebelumnya memilki latar belakang sosial yang sangat miskin).
Kedua adalah mengubah konsep kebergantungan menuju kemandirian. Konsep ini secara implisit dipraktekan Rasul baik itu kepada anak-anaknya maupun kepada cucu-cucunya. Ketika Rasul beraktifitas dalam Da’wah kasih sayangnya selalu tercurah kepada cucu-cucu maupun kepada anaknya. Ia begitu menyayangi anak-anak, sampai-sampai Fathimah putrinya, selalu ia bela dan ia sanjung-sanjung di depan orang, demikian pula dengan Husein cucunya, bahkan ia selalu menggendongnya dalam sholat. Akan tetapi semua unsur kasih sayang tersebut, tidak membuat Rasul lupa, bahwa keadilan harus tetap menjadi pendidikan utama bagi perkembangan jiwa anak. Hal ini dibuktikannya ketika ia berkata, jika putriku sendiri yang mencuri maka akulah orang pertama yang akan memotong tangannya. Dari hal ini terpancar kearifan jiwa Rasul, ia begitu menyayangi anak-anak, dengan cara menanamkan mereka kemandirian bukan kemanjaan yang tak beralasan.

Oleh karena itu, investasi terbesar dari orang tua bagi mereka adalah kepercayaan, harga diri, tanggung jawab, respect, nilai-nilai budaya dan spiritual serta rasa memiliki diri sendiri. Ibarat busur, mereka adalah panah yang jauh melesat ke masa depan. Siapkan pendidikan yang tepat bagi mereka.

OPINI :
Orang tua merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak-anak mereka, karena dari mereka anak-anak mula-mula menerima pendidikan. Corak pendidikan dalam rumah tangga secara umum tidak berpangkal tolak dari kesadaran dan pengertian yang lahir dari pengetahuan mendidik, melainkan secara kodrati suasana dan strukturnya memberikan kemungkinan alami membangun situsi atau iklim pendidikan.
Timbulnya iklim atau suasana tersebut, karena adanya interaksi yaitu hubungan pengaruh mempengaruhi secara timbal balik antara orang tua dan anak. Sebagai peletak pertama pendidikan, orang tua memegang peranan penting bagi pembentukan watak dan kepribadian anak, maksudnya bahwa watak dan kepribadian tergantung kepada pendidikan awal yang berasal dari orang tua terhadap anaknya.
Orang tua (ayah dan ibu) memegang peranan yang penting dan sangat berpengaruh atas pendidikan anak-anaknya. Sejak anak lahir, ibu yang selalu ada di sampingnya. Oleh karena itu seorang anak pada umumnya lebih cinta kepada ibu karena ibu merupakan orang yang pertama dikenal anak. Maka dari itu ibu harus menanamkan kepada anak, agar mereka dapat mencintai ilmu, membaca lebih banyak, lebih dinamis, disiplin, dan ibu memberikan motivasi yang sehat dan menjadi teladan bagi anak mereka.
Pengaruh ayah terhadap anak juga sangat besar, di mata anak ayah seorang yang terpandai di antara orang-orang yang dikenalnya. Cara ayah melakukan pekerjaan sehari-hari berpengaruh kepada cara kerja anaknya. Dengan demikian tanggung jawab orang tua terhadap anak adalah suatu keniscayaan, apakah tanggung jawab pendidikan itu diakui secara sadar atau tidak diterima sepenuh hati atau tidak hal ini tidak dapat dihindari karena merupakan fitrah yang telah dikodratkan Allah Swt kepada setiap orang tua.
Peranan orang tua selaku pendidik dalam keluarga adalah pangkal ketentraman dan kedamaian hidup, bahkan dalam perspektif Islam keluarga bukan hanya sebagai persekutuan hidup terkecil saja, melainkan sampai pada lingkungan yang lebih besar dalam arti masyarakat secara luas, yang darinya memberi peluang untuk hidup bahagia atau celaka.
Tanggung jawab yang perlu disadarkan dan dibina oleh kedua orang tua kepada anak adalah sebagai berikut:
Memelihara dan membesarkannya.
Melindungi dan menjamin kesehatannya, baik secara jasmaniah maupun rohaniah dari berbagai gangguan, penyakit, atau bahaya lingkungan yang dapat membahayakan dirinya.
Mendidiknya dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi hidupnya.
Membahagiakan anak untuk dunia dan akhirat dengan memberikan pendidikan agama sesuai dengan ketentuan Allah Swt sebagai tujuan akhir hidup muslim.
Dengan demikian, orang tua sebagai pendidik utama pertama dan terakhir pada hakikatnya memiliki tanggung jawab yang komprehensip dan sangat kompleks, menyangkut semua aspek kehidupan baik pendidikan jasmani maupun pendidikan rohani dan tanggung jawab tersebut dimanifestasikan melalui pendidikan aqidah, ibadah, akhlak, intelektual, dan kematangan psikis.
Seorang anak apabila telah memasuki usia sekolah menjadi tugas dan tangung jawab orang tua untuk menyerahkan anaknya kepada sekolah. Faktor lain yang menjadi tanggung jawab orang tua adalah menyediakan alat-alat perlengkapan belajar anak di rumah, memperhatikan lingkungan pergaulan, memberikan kesempatan kepada anak untuk menyampaiakan dan mengungkapkan masalahnya.
Dalam hal ini M. Ngalim Purwanto mengemukakan bahwa berhasil baik atau tidaknya pendidikan di sekolah bergantung pada dan dipengaruhi oleh pendidikan di dalam keluarga. Pendidikan keluarga adalah fundamen atau dasar dari pendidikan anak selanjutnya. Hasil-hasil pendidikan yang diperoleh anak dalam keluarga menentukan pendidikan anak itu selanjutnya, baik di sekolah maupun di masyarakat.
Pandangan tersebut di atas menunjukkan betapa perlunya orang tua senantiasa memperhatikan perkembangan dan kemajuan pendidikan anak-anaknya, sebab perhatian dan bimbingan yang cukup dari orang tua sangat menunjang bagi keberhasilan pendidikan anak.
Tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan anak-anaknya mempunyai dasar yang kuat. Salah satu wujud nyata dari tanggung jawab yang dimaksud adalah memperhatikan kebutuhan dalam pendidikan anak-anak mereka, menyediakan sarana dan fasilitas belajar yang dibutuhkan anak. Semua dilakukan atas dasar kerjasama kedua orang tua (ayah dan ibu).


Setiap orang tua pasti akan selalu memberikan yang terbaik kepada anak-anaknya tidak pandang apa yang harus di lakukan orang tua kita pasti akan berusaha memeberikannya kepada si anak. Contohnya setiap orang tua akan bekerja keras demi mendapatkan uang untuk menyekolahkan anaknya. Orang tua tidak ingin anaknya tidak memiliki pendidikan dan kehidupan di masa depannya tidak terjamin karna tidak memiliki latar belakang yang jelas. Sebagai anak kita harusnya tau bahwa orang tua kita menyekolahkan kita setinggi tinggi mungkin untuk mendapatkan ilmu dan agar menjadi orang yang bermanfaat di masa depan nanti. Namun terkadang anak-anak sangat menyepelekan perjuangan orang tua untuk menyekolahkan mereka.

Setiap anak juga pasti ingin merasakan bersekolah, mendapatkan teman banyak, dan juga memperoleh ilmu yang bermanfaat. Namun kebanyakan anak hanya ingin bermain dan tidak menganggap penting bahwa pendidikan itu baik untuk masa depan mereka. Mereka juga tidak menyadari bahwa menjadi anak itu juga banyak tanggung jawabnya, maksudnya bukan harus mendapatkan penghasilan dan membiayai isi keluarga, tetapi anak di sekolahkan oleh orang tuanya itu ada adalah sebuah tanggung jawab. Si anak harus memperlihatkan bahwa si orang tua tidak salah mencari uang mati-matian demi menyekolahkan anaknya. Si anak harus membayar tanggung jawab tersebut dengan menjad anak yang baik dan memperlihatkan banyak prestasi di dalam sekolahnya. Maka dari itu pun pasti setiap orang tua akan senang dan bangga juga merasakan tidak salah menyekolahkan anaknya.

Dan berdasarkan kenyataan yang ada, pendidikan tanggung jawab ini memang dapat dilakukan bahkan ketika anak masih dalam usia kanak-kanak. Tentu saja ukuran kemampuannya berbeda-beda. Tetapi pendidikan ini dapat dimulai dari hal-hal yang kecil seperti membereskan mainannya atau menaruh piring di tempatnya bahkan hal yang besar yang berkaitan dengan tanggung jawab yang akan ditanggungnya di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala (jika itu dilakukan ketika telah baligh).
Seperti yang dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Hasan bin Ali dalam sebuah hadits: “Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata: ‘Hasan bin ‘Ali radhiallahu ‘anhuma mengambil sebiji kurma dari kurma zakat, lalu ia memasukkannya ke dalam mulutnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Kih! Kih! (keluarkanlah dan) buanglah kurma itu! Tidakkah engkau mengetahui bahwa kita tidak boleh memakan barang zakat?’” (HR. Bukhari dan Muslim)

SUMBER : http://alike.wordpress.com/2008/08/22/tanggung-jawab-dalam-pendidikan/

Senin, 23 April 2012

APA ARTI SEBUAH CITA-CITA

Saat masih TK atau SD, kita pasti pernah mengucapkan apa cita-cita kita. Mungkin ada diantara kita yang berucap ingin menjadi dokter, guru, pilot, polisi, tentara, atau bahkan kita berani bercita-cita menjadi seorang presiden. Beranjak SMP atau SMA kita mulai merenungkan lagi cita-cita “monyet” kita dulu, karena berusaha bersikap realistis. Bagaimana mungkin dengan nilai pas-pasan ingin jadi dokter, dengan badan yang gak memenuhi syarat ingin menjadi tentara atau polisi dan berbagai keragu-raguan pada diri kita tentang cita-cita tinggi kita saat masih ingusan dulu.
Beranjak menjadi mahasiswa, meskipun kita sudah masuk di konsentrasi fakultas, kita masih saja-mungkin masih belum berani bercita-cita ingin menjadi apakah kita setelah lulus…Sudah menjelang kelulusan, atau mulai mengerjakan skripsi, hati dan pikiran masih diliputi ketakutan, apa yang akan aku lakukan setelah lulus??
Pernahkah kita memimpikan apa yang akan kita capai setelah kita lulus? Atau jangan-jangan kita menjadi orang yang takut bercita-cita?
Masa depan menurut orang-orang pinter adalah mimpi saat ini. Masa depan adalah refleksi kehidupan kita saat ini. Kehidupan yang kita pilih saat ini menjadi sebuah cerminan lain dari kehidupan kita di masa mendatang. Keberanian kita mengambil resiko hari ini bisa jadi menjadi kesuksesan tak terduga di masa depan kita. Flashback pada jaman Rosulullah, kita bisa belajar bagaimana beliau dan para sahabat memutuskan untuk berani mengambil resiko dibenci, disisihkan dari kelompok, dicap orang gila, mendapat siksaan mental maupun fisik, bahkan saat Rosul SAW diangkat menjadi Rosulullah, beliau mengorbankan kehidupan konglomerasi yang beliau bangun sejak muda dan sejak bersama Ibunda Khadijah. Lalu apakah kita berani mengorbankan sesuatu yang paling kita cintai?? Untuk sesuatu yang lebih baik di masa depan??
Sebagai generasi yang ditempa menjadi cendekiawan dan kaum intelek, apakah kita sudah menempa diri kita, sebagaimana Rosul SAW dulu belajar berdagang, berperang sejak dari remaja?? Sebagai siswa, dengan embel-embel ke-“maha”-annya, apakah kita sudah benar-benar belajar memahami disiplin ilmu kita tersebut??
Bertolak belakang dengan status kita sebagai mahasiswa, kita yang telah mengambil resiko di jalan dakwah ini, apakah masih benar-benar serius dalam mendalami ilmu yang sedang ditempuh di kampus….????
Opini:

Cita-cita (Al Himmah) berasal dari kata Ha-ma-ma yang artinya keinginan untuk melakukan suatu pekerjaan. Dengan demikian cita-cita (Al Himmah) adalah motivasi (daya dukung) untuk melakukan pekerjaan. Cita-cita ada yang bersifat tinggi atau rendah. Ada orang yang bercita-cita tinggi, setinggi langit dan ada juga yang bercita-cita sederhana, hina dan rendah hingga tingkatan yang paling buruk.

Semua orang di dunia ini pasti selalu ingin menuju masa depan yang bahagia dan sukses, maka di saat mereka kecil mereka mangumpulkan banyak segudang cita cita untuk di raih di masa depan nanti. Di saat kecil memang fikiran anak sangatlah luas dan mudah mencerna apa yang sudah mereka lihat dan pelajari. Namu tergantung dari hati mereka sendiri apakah melakukan itu bisa membuat hati mereka senang. Setiap orang tua sangatlah ingin anaknya memiliki banyak bakat agar kelak dewasa nanti bisa menguasangi segudang keterampilan dan hidupnya juga masa depannya pun akan terjamin cerah. Namun terkadang orang tua tidak memihak dengan apa yang anak sukai dan cita citakan di kelak mada depan nanti, jadi si anak akan terasa terbebani karna di haruskan bisa dan sukses melakukan dan menggapain apa yang orang tua inginkan.


Di saat remaja apalah proses yang sangat bisa sudah di liat akan menjadi apa anak ini kelak di masa depan nanti, namun juga terkadang apa yang dulu ia cita citakan waktu kecil itu mereka lupakan dan cita cita itu hilang begitu saja. Karna zaman ini selalu maju dan selalu saja ada yang baru maka dari itu seorang anak sangat sulit jika harus konsisten dengan apa yang ia cita citakan waktu kecil. Namun di saat reamaja ini sang angak mungkin akan lebih belajar dan mengerti apa arti tanggung jawab. Jika ia sudah memantapkan hati untuk meraih cita cita ini jika ia memiliki konsistensi yang tinggi di pastikan si remaja ini akan bisa meraih cita cita tersebut.

Di saat dewasa mungkin bisa di bilang adalah masa penentuan si anak, karna si anak sudah melalui banyak rintangan hidup yang ia temui dimanapun. Maka dari itu seorang dewasa haruslah sudah produktif dan tidak boleh bingunga haru kemanda dan menjadi apa. Namun terkadang juga ada banyak manusia yang sudah menggeluti dan mengasa kemampuan di bidang cita citanya namun di ujungnya ia tidak mencapai garis finish. Mungkin entah itu ia kurang berpotensial atau sudah terlalu banyak seseorang yang memiliki bakat yang sama ia miliki. Dalam hal ini seseorang akan merasa gagal hidupnya dan pasti akan mengalami rasa frustasi yang sangat tinggi. Sehrausnya setiap orang harus memiliki jiwa yang besar dan konsistensi yang kuat agar setiap cita cita yang ia sulit gapai akan membuat ia semakin kuat dan berusaha keras mendapatkan cita cita yang ia sudah impi impikan.

Sumber:
http://bemystrawberry.wordpress.com/2008/05/17/apa-arti-sebuah-cita-cita/