Selasa, 28 Oktober 2014

PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN (Tulisan 4)


Pendidikan adalah usaha untuk terus menerus meningkatkan kualitas didalam suatu bangsa dan Negara. Negara Republik Indonesia adalah salah satu Negara yang mayoritas penduduknya adalah beragama Islam. Masyarakat Indonesia sangat menjunjung tinggi nilai-nilai agama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai wujud nyata masyarakat Indonesia sebagai masyarakat yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai agama  adalah para pendiri Negara ini telah menetapkan Pendidikan Agama menjadi mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah mulai dari Sekolah Dasar sampai dengan Perguruan Tinggi. 
Proses pembelajaran di Perguruan Tinggi Indonesia menyerap dan menyepakati filosofi konsep pendidikan Intenasional yang semakin manusiawi, realistis, demokratis dan religius. Kebijakan pendidikan Indonesia menerima deklarasi UNESCO 1998 tentang 4 ilar pendidikan yaitu : 1. Learning to Know, 2. Learning to Do, 3. Learning to Be dan 4. Learning to Live Together. Pendidikan Indonesia mempunyai fungsi untuk membentuk sosok lulusan yang utuh dan lengkap ditinjau dari segi kemampuan atau keterampilan. Mengingat perkembangan yang terjadi pada saat ini dilingkungan pendidikan, pendidikan tidak hanya dari agama atau rohani saja melainkan ada juga pendidikan jasmani. Pendidikan jasmani juga penting untuk menciptakan generasi muda bangsa yang kuat serta tangguh secra fisik untuk menghadapi segala masalah di era globalisasi seperti sekarang ini.
Oleh karena itu, menurut saya pendidikan jasmani sangat amat penting untuk menciptakan generasi muda Indonesia agar lebih tangguh secara fisik untuk menghadapi segala masalah yang sedang dihadapi bangsa Indonesia ini. Jadi jangan hanya terus menerus beljar tentang pendidikan agama saja, kita juga perlu belajar pendidikan jasmani agar kepribadian kita lebih berani.
Tetapi menurut saya pendidikan agama juga jauh lebih penting karna untuk memperkuat iman dan takwa kita terhadap sang pencipta Allah SWT, mengembangjan akhlak mulia terhadap lingkungan sekitar, mengembangkan penalaran baik serta berpikir kritis untuk memecahkan suatu masalah menggunakan nilai-nilai keagamaan, dan mampu bersikap irasional dan dinamis sesuai dengan niai-nilai Islam. Hal-hal tersebut sangat bergun untuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh sebab itu, pendidikan keagamaan sangat amat penting untuk mengembangkan kepribadian.

Jadi kesimpulan dan solusi dari saya adalah tujuan pendidikan Islam dan pendidikan jasmani adalah untuk membentuk manusia menjadi makhluk mulia yang sejati serta cakap melaksanakan pekerjaan duniawi dan ukhrawi. Kepribadian juga merupakan suatu ciri pembela antara seseorang dengan yang lain, yaitu sifat jasmaniah dan cara berpikir serta cara merasa menyatakan diri dari perbuatannya. Oleh sebab itu pendidikan Islam dan pendidikan jasmani sangat amat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena untuk memperkuat iman dan takwa kepada Allah SWT dan juga untuk cara berpikir serta cara merasa yang menyatakan diri dan menjadi ciri pembela antara dia dengan orang lain. 

CerPen Veteran Tua (Tulisan 3)

Veteran Tua

Seorang lelaki tua menyandarkan sepeda bututnya di parkiran balai desa. Karena baru saja datang, lelaki itu akhirnya duduk di antrian paling belakang. Satu jam sudah ia duduk mengantri di tempat itu. Beberapa saat kemudian, tibalah kakek itu di antrian paling depan. Ia mengeluarkan sebuah map berwarna merah yang ia bungkus dengan kresek berwarna hitam dan menyerahkannya kepada si petugas kelurahan. Si petugaspun langsung memeriksa satu per satu isi map merah milik kakek tadi.

“Maaf pak, tapi syarat-syarat bapak kurang lengkap. Bapak harus meminta surat keterangan tidak mampu dari ketua RT dan RW, baru bapak bisa kembali lagi kesini. Kata si petugas kelurahan sambil menyerahkan kembali map merah milik kakek.

Lelaki tua itu tetap berusaha tersenyum, sudah lebih dari sejam ia duduk menunggu disana namun ternyata semua itu sia-sia. Ia kembali menuju sepeda onthel tuanya yang diparkir diantara beberapa mobil dan sepeda motor.

Kakek tua yang sehari-hari bekerja sebagai kuli panggul di pasar itu dulunya adalah seorang pejuang kemerdekaan, sudah banyak pengalaman pahit manis yang dialaminya. Ia telah kehilangan banyak sekali teman-teman seperjuangannya, tapi kematian teman-temannya tersebut tidaklah sia-sia. Mereka semua adalah para syuhada, mereka semua mati syahid, mati di jalan Illahi sebagai bunga bangsa.

Lelaki tua itu tiba-tiba tersentak mendengar klakson bis yang membangunkannya dari lamunan masa lalunya. Tak terasa ternyata ia telah berada di jalan raya, itu artinya ia harus lebih berhati-hati lagi.

Kakek itu sekarang tinggal bersama istrinya di kolong jembatan setelah rumah mereka digusur polisi seminggu lalu. Tapi sayangnya sang istri sekarang sedang sakit keras dan dirawat di rumah sakit, sementara si kakek sedang mengusahakan pengobatan gratis bagi istrinya tersebut.
Tiba-tiba anngin berhembus semakin kencang, suara petir mulai terdengar dan awanpun berubah menjadi hitam tanda akan turun hujan. Dan benar saja, hujan turun dengan derasnya. Si kakek memutuskan untuk berteduh di emperan toko karena tak ingin map yang dibawanya tersebut menjadi basah dan rusak.

Ternyata dari tadi lelaki tua itu berteduh di depan warung sate, pantas saja perutnya merasa semakin lapar. Ia ingat bahwa terakhir ia makan sudah sejak tadi malam, sedangkan sekarang sudah jam dua lebih. Sekilas ia menengok ke dalam warung sate tadi, di dalamnya banyak orang sedang makan dengan lahapnya. Lelaki tua itu pun tersenyum, ia merasa bangga karena perjuangannya dulu saat mengusir kompeni dari tanah airnya tidaklah sia-sia. Bila ia dan teman-teman seperjuangannya dulu gagal mengusir penjajah, mungkin mereka tak akan bisa menikmati suasana seperti ini.

Kakek tua itu kemudian mengalihkan pandangannya ke televisi yang dari tadi di setel oleh seorang pedagang kaset yang berjualan tak jauh darinya. Televisi itu sedang menyiarkan seorang berpakaian jas hitam rapi dengan mengenakan dasi sedang berpidato di sebuah ruangan yang kelihatannya sangat mewah. Si lelaki tua itu menebak bahwa orang yang sedang muncul di televisi tadi pastilah seorang pejabat negerinya. Dalam pidatonya, orang itu mengatakan bahwa rakyat di negerinya sudah kehilangan rasa nasionalisme, rakyat dinegerinya juga dikatakan sudah kehilangan rasa cinta terhadap tanah airnya. Sejenak ia berpikir merenungi kata-kata pejabat itu. Dalam hati ia bertanya, siapa sebenarnya yang tidak punya nasionalisme, rakyat negerinya atau para pejabat itu?

Apakah pejabat yang bernasionalisme adalah pejabat yang makan kekenyangan saat rakyatnya mati kelaparan? Apakah pejabat yang nasionalis adalah para pejabat yang bebas liburan keliling dunia saat rakyat di negerinya antri bbm hingga berhari-hari? Atau pejabat yang punya banyak mobil mewah saat rakyatnya berdesakan di gerbong kereta api?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut terus memenuhi pikirannya, namun ia sadar ia harus pergi sekarang. Istrinya di rumah sakit pasti sudah menunggunya dan hujan pun kini telah reda, lelaki tua itu kembali mengayuh sepedanya.

Sesampainya di rumah sakit kekek tua itu memarkirkan sepedanya dan langsung bergegas menuju kamar tempat istrinya dirawat. Entah kenapa kakek itu selalu merasa tak tenang setiap jauh dari istrinya. Ia akan memastikan dulu bahwa istrinya tak membutuhkan bantuannya, baru ia akan berangkat lagi untuk mengurus surat keringanan ke ketua RT dan RW.

Saat sampai di depan kamar tempat istrinya dirawat, ia mendapati bahwa kamar sudah dalam keadaan kosong. Pintu kamarpun dalam keadaan terkunci sehingga tak bisa dibuka, padahal kakek itu yakin ia tidak salah kamar. Dalam hati ia berpikir bahwa mungkin istrinya telah sembuh sehingga dipindahkan ke tempat lain oleh dokter. Namun untuk memastikan, si kakek mencari seorang dokter yang tadi pagi memeriksa keadaan istrinya. Si kakek pun menanyakan kepada dokter tadi dimana istrinya sekarang berada. Dokter pun menatap wajah si kakek dengan mata berkaca-kaca.



“Maaf pak, kami sudah berusaha sebisa kami tapi ternyata Allah berkehendak lain. Istri bapak sudah meninggal sejam yang lalu.” Kata si dokter yang tak bisa menyembunyikan rasa sedihnya.
Si kakek pun meneteskan air matanya, tubuhnya bergetar hebat, map merah yang dibawanya jatuh dari pegangan tangannya. Pandangannya pun menjadi semakin kabur dan perlahan menjadi gelap gulita. Si kakek pun sekarang sudah tak ingat apa-apa lagi.

Keesokan harinya dua buah gundukan tanah baru muncul di kuburan. Yang satu bertuliskan Darsono bin Atmo, seorang veteran tua yang sehari-hari bekerja sebagai kuli panggul. Sedangkan nisan yang satunya lagi bertuliskan Pariyem binti Ngatijo, istri dari sang veteran pejuang. Meskipun sang veteran miskin itu sekarang telah tiada. Namun di negerinya, negeri dimana kayu dan batu bisa jadi tanaman, masih banyak orang yang bernasib sama bahkan lebih tragis darinya. Mereka semua, para rakyat di negeri itu, banyak yang rela bekerja keras membanting tulang memeras darah hanya sekedar untuk makan sekali sehari.

Filsafat Islam (Tulisan 2)


FILSAFAT ISLAM

Manusia adalah makhluk Allah yang diberi kelebihan tinggi dari makhluk lain dengan akalnya sehingga ia memiliki tingkat berfikir yang paling tinggi. Telah dijelaskan dalam Al-Qur’an bahwa manusia harus bisa mengembangkan potensi yang dimiliki untuk mempelajari lebih dalam tentang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Menurut etimologi, kata falsafah atau filsafat dalam bahasa Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Arab فلسفة, yang juga diambil dari bahasa Yunani; Φιλοσοφία philosophia. Dalam bahasa ini, kata ini merupakan kata majemuk dan berasal dari kata-kata (philia = persahabatan, cinta dsb.) dan (sophia = "kebijaksanaan"). Sehingga arti harafiahnya adalah seorang “pencinta kebijaksanaan”. Kata filosofi yang dipungut dari bahasa Belanda juga dikenal di Indonesia. Bentuk terakhir ini lebih mirip dengan aslinya. Dalam bahasa Indonesia seseorang yang mendalami bidang falsafah disebut "filsuf".
Filsafat Islam muncul sebagai imbas dari gerakan penerjemahan besar-besaran dari buku-buku peradaban Yunani dan peradaban lainnya pada masa kejayaan Daulah Abbasiah. Banyak sekali masalah atau kasus-kasus yang berhubungan dengan meragukan tentang kekuasaan Allah. Sebagian orang yang berpikiran maju mau menerima pemikiran filsafat islam. Sedangkan bagi orang yang berpikiran tradisional yakni yang berpikiran teguh pada ajaran Al-Quran dan hadits cenderung kurang mau menerima bahkan menolaknya. Karna mereka berpikiran kalau ilmu pengetahuan masih bisa diragukan dan kebenarannya belum dapat dibuktikan secara benar. Itulah sebabnya orang yang masih berpegang teguh pada ajaran Al-Quran dan Hadits kurang begitu percaya atau bahkan menolak tentang ajaran filsafat Islam tersebut.
Menurut saya, filsafat islam yang hanya berdasar pada ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa berdasar pada Al-Quran dan Hadits tidak dapat dikatakan 100% benar. Karna segala sesuatu yang terjadi di dunia ini tidak luput dari kuasa dan takdir Allah SWT. Oleh sebab itu, filsafat islam berdasarkan dari Al-Quran dan Hadits itu lebih benar dan lebih dapat dipercaya kebenarannya karna sudah tertera di dalam Al-Quran sejak zaman nabi dahulu dan kehidupan kita juga sebenarnya sudah diatur didalam Al-Quran dan hadits.
Menurut saya, di zaman yang sudah modern seperti sekarang ini kita tidak bisa hanya saja percaya pada Al-Quran dan Hadits. Sudah banyak bukti-bukti yang dihasilkan melalui Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Karena pada zaman sekarang ini dengan makin berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang sangat cepat, bisa melakukan pembuktian suatu penelitian yang akurat.
Tetapi kita tidak bisa hanya mempercayai pada Al-Quran dan Hadits atau pada Ilmu Pengetahuan dan Teknologi saja. Menurut saya kedua ilmu tersebut jika di kombinasikan bisa menghasilkan sesuatu yang baik dan seimbang antara kehidupan duniawi dan tidak lupa juga terhadap nilai-nilai agama. Contohnya filsafat islam bagi ilmu pegetahuan adalah sosok kimiawan muslim yaitu Al-Majriti, ilmuwan muslim asal Madrid, Spanyol ini berhasil menulis buku kimia bertajuk Rutbat Al-Hakim. Dalam kitab itu beliau memaparkan rumus dan tata cara pemurnian logam mulia. Maka dari itu, solusi dari saya adalah kita dapat menggunakan ilmu agama dan ilmu pengetahuan untuk belajar tanpa harus melupakan kaidah kaidah agama yang sudah diajarkan oleh orang tua kita sejak kecil.



Puisi Panorama Kehidupan (Tulisan 1)

PANORAMA KEHIDUPAN

Angin bertiup kearah sang penghidupan
Menikmati panorama dipagi hari,
Merasakan sejuknya alam yang damai.

Para burung mulai keluar dari rumahnya,
Berterbangan dan mulai mencari apa yang harus dia cari

Awan hitam yg menyelimuti,
Kini berubah menjadi Awan Biru Keindahan
dan menjadi Langit yg menakjubkan.

Lukisan-Lukisan yg menghiasi Langit Pagi,
menambah kedamaian hati
dan membuat mata menjadi Kagum.

Itulah Tuhan,
Sang Pencipta abadi.
Menciptakan segala rupa,
dan menikmati hasil karyanya tentang

Indahnya Panorama Kehidupan.

Selasa, 10 Juni 2014

Timbangan Buku Dan Resensi

Tugas 7 : Bahasa Indonesia 2

-         Pengertian Timbangan Buku

Tulisan yang menyajikan sejumlah informasi tentang sebuah buku yang ditinjau dan dinilai secara isi sebuah buku.

-         Pengertian Resensi

Resensi berasal dari bahasa latin ‘recensere’ artinya melihat kembali, menimbang, atau menilai. Punya maksud atau makna sejajar dengan review dalam bahasa Inggris (Slamet Soewandi, 1977). Sedangkan menurut buku “Kamus Istilah Sastra” yang ditulis oleh Panuti Sudjiman (1984) dijelaskan bahwa resensi berarti hasil pembahasan dan penilaian yang pendek tentang suatu karya tulis. Jadi, arti resensi mengacu kepada mengulas sebuah buku. Konteks ini memberi arti penilaian, mengungkap secara sekilas, membahas, atau mengkritik buku.

-         Timbangan Buku - Terorisme

Timbangan Buku
Intoleransi adalah Titik Awal Terorisme

Judul Buku      : Dari Radikalisme Menuju Terorisme : Studi Relasi dan Transformasi Organisasi Islam radikal di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.
Penyusun         : Tim SETARA Institute
Editor              : Ismail Hasani & Bonar Tigor Naipospos
Penerbit           : Pustaka Masyarakat Setara
Edisi                : Februari 2012
Tebal Buku      : vi + 328 halaman

Buku-buku tentang terorisme sudah banyak yang diterbitkan. Berbagai analisis dikemukakan dalam buku-buku yang sudah diterbitkan. Namun buku yang satu ini mempunyai sisi menarik, karena merupakan hasil penelitian yang dilakukan di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.  Penelitian yang mengambil fokus tentang Organisasi Islam Radikal di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta dilakukan dengan mengkombinasikan dua pendekatan, kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif dengan metoda survai dilakukan di dua wilayah dengan 1.200 responden, dan studi kualitatif dilakukan dengan metoda wawancara ke berbagai sumber yang relevan. (hal. 4).
Penelitian yang kemudian menjadi naskah buku ini sejak awal sudah mempunyai tujuan untuk mengetahui relasi dan transformasi kelompok radikal dengan kelompok teroris, dan dalam rangka menyusun langkah-langkah deradikalisasi untuk mengikis radikalisme, memberantas potensi terorisme guna mengokohkan implementasi empat pilar hidup berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan dan cita-cita nasional Indonesia. Jadi sejak awal sebelum penulisan buku ini, sudah disadari bahwa formulasi Empat Pilar Hidup Berbangsa dan Bernegara yang terdiri dari Pancasila, UUD Negara RI 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika sebagai tolok ukur penyelenggaraan negara, tetap saja belum mampu mengatasi berbagai aksi-aksi radikalisme.
Studi yang dilakukan pun sejak awal sudah mengembangkan asumsi dasar bahwa intoleransi adalah titik awal dari terorisme, dan terorisme adalah puncak dari intoleransi. (hal. 187) Bertolak dari asumsi dasar inilah studi dilakukan, sehingga memang  pemikiran-pemikiran mengenai praktik deradikalisasi dan arah deradikalisasi sangat mendominasi analisis dan pembuktian-pembuktian dari temuan yang merupakan hasil dari studi ini. Disebutkan bahwa deradikalisasi bukanlah hal baru bagi Indonesia. Dalam konteks gerakan Islam Radikal, deradikalisasi terhadap eks NII, Komando Jihad, Mujahidin Kayamanya, Laskar Jihad, dan Jamaah Tarbiyah merupakan contoh dan pembelajaran bagi kinerja deradikalisasi yang saat ini gencar dilakukan. (hal. 191).

Tontonan Global
Jika melihat kecenderungan yang terjadi, para pelaku teror berharap, aksi mereka akan menjadi “tontonan global” yang disaksikan jutaan orang di mana-mana. Karena, semakin banyak dan gencar media massa menyebarluaskannya, semakin dahsyat pula efek negatif yang ditimbulkannya. Jika hal itu tercapai, maka para pelakunya berharap dapat memperoleh “keuntungan politik” (politicus horrobilis) atau melakukan “pertukaran politik” (political exchange) demi mencapai tujuannya.
Walter laqueur, dalam tulisannya berjudul “reflections on terrorism”, yang dimuat di buku yang berjudul “the global agenda, issues and perspectives”, menyebutkan aksi terorisme biasanya melibatkan sejumlah orang, tapi hanya dalam kelompok kecil saja. Sebagai faham, ia meniscayakan kekerasan sebagai jalan untuk mencapai tujuan-tujuannya, baik yang bersifat politik, agamis, motif balas dendam, dan lain sebagainya. Karena itulah ia juga dapat digolongkan sebagai kekerasan kolektif, sedangkan sebagai kejahatan ia merupakan kejahatan luar biasa (extra ordinary crime). Berdasarkan itu, sebenarnya hal yang wajar jika secara yuridis ia harus diperhadapkan dengan produk hukum yang “luar biasa” pula. 
Dalam perspektif politik, akar terorisme, salah satunya, adalah ekstremisme. Orang-orang dengan isme ini merasa atau memikirkan dirinya lebih unggul dari orang-orang lain yang tidak sama atau sekelompok dengan mereka. Sebaliknya, mereka memandang orang-orang lain jauh lebih rendah atau dengan cara yang melecehkan. Sebagaimana temuan studi yang ditulis di buku ini, bahwa intoleransi adalah titik awal dari terorisme, maka kerja-kerja deradikalisasi tidak cukup hanya diarahkan terhadap mereka yang menjadi teroris tapi juga terhadap kelompok organisasi radikal, kelompok intoleran, termasuk masyarakat luas agar tidak mengikuti pandangan-pandangan radikal dan mengalami transformasi sebagai teroris. (hal. 193).
Hasil studi memberikan kesimpulan bahwa program deradikalisasi harus diarahkan secara fokus kepada tiga kelompok. Pertama adalah masyarakat umum, dengan tujuan untuk melindungi masyarakat agar tidak mengikuti pandangan-pandangan keagamaan yang ekslusif dan puritan dan agar tidak ikut terlibat dalam aksi-aksi radikal dan intoleran. Dalam bahasa BNPT, kegiatan semacam ini masuk dalam kategori kontra radikalisasi. Yang kedua adalah pada kelompok radikal, yang dimaksudkan untuk menjinakkan sejumlah ideologi radikal yang diyakini oleh mereka dengan menggunakan counter narative. Salah satu dari ideologi radikal yang harus dijinakkan adalah ajaran mati syahid yang disalahpahami oleh para teroris. Dan yang ketiga adalah kelompok jihadis atau teroris. Deradikalisasi dalam konteks ini dimaksudkan untuk memutus para mantan teroris dari kelompoknya, hingga mereka tidak kembali melakukan aksi kekerasan.

Menyelamatkan Keluarga
Pada bagian akhir dari buku ini ditegaskan, bahwa kunci utama dari aktor deradikalisasi adalah pemerintah.  Dengan segenap agenda pembangunan yang dijalankannya, program-program pemerintahan yang mendorong pembangunan masyarakat yang toleran, moderat dan rukun harus diintensifkan sebagai bagian dari upaya menekan laju radikalisme dan terorisme. (hal. 201). Karena deradikalisasi tak hanya dimaksudkan untuk menyelamatkan masyarakat luas dari aksi-aksi radikalisme dan terorisme, melainkan juga dimaksudkan untuk menyelamatkan keluarga pelaku aksi kekerasan bahkan juga diri pelaku.

Buku ini mempunyai kekuatan karena merupakan hasil riset di wilayah penelitian yang memang sarat dengan kasus-kasus terorisme. Deradikalisai adalah jawabannya. Namun buku ini juga menunjukkan banyak faktor yang menjadikan deradikalisasi dalam praktiknya akan mengalami banyak hambatan karena yang dihadapi adalah “menjinakkan” pemikiran. Terlepas dari ini semua, kehadiran buku ini akan membuka banyak pemikiran bahwa deradikalisasi harus dijalankan tentu dengan berbagai hambatan yang harus diupayakan bisa diatasi, karena tujuan utamanya adalah menjaga tegaknya kehidupan berbangsa dan bernegara. (A. Wahyurudhanto, dosen pada Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian - PTIK)

Sumber : 
http://wahyurudhanto.blogspot.com/2012/06/timbangan-buku-terorisme.html

http://jams87.wordpress.com/2011/05/10/pengertian-resensitimbangan-bukutimbangan-pustakaperbedaannya-dan-contoh-resensi/

Kutipan

Tugas 6 : Bahasa Indonesia 2

Pengertian:

Kutipan adalah pengulangan satu ekspresi sebagai bagian dari yang lain, terutama ketika ekspresi dikutip terkenal atau eksplisit dihubungkan dengan kutipan ke sumber aslinya, dan ditandai oleh (diselingi dengan) tanda kutip.
kutipan A juga dapat merujuk kepada penggunaan berulang unit bentuk lain ekspresi, terutama bagian dari karya seni: unsur-unsur sebuah lukisan, adegan dari film atau bagian dari suatu komposisi musik.
Sisa dari artikel ini hanya alamat tertulis atau kutipan lisan.

Kutipan, sebuah kata yang mungkin semua orang belum mengetahui maksudnya apa. Disini saya akan mengulas sedikit mengenai kutipan. Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.

Tujuan:

Dalam tulisan ilmiah, baik berupa artikel, karya tulis, skripsi, tesis, dan disertasi selalu terdapat kutipan. Kutipan adalah pengokohan argumentasi dalam sebuah karangan. Seorang penulis tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu hal yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain, penulis cukup mengutip karya orang lain tersebut. Dengan demikian kutipan memiliki fungsi sebagai:
a. landasan teori
b. penguat pendapat penulis
c. penjelasan suatu uraian
d. bahan bukti untuk menunjang pendapat itu
Berdasarkan fungsi di atas seorang penulis harus memperhatikan hal-hal berikut:
1) penulis mempertimbangkan bahwa kutipan itu perlu
2) penulis bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan
3) kutipan dapat terkait dengan penemuan teori
4) jangan terlalu banyak mempergunakan kutipan langsung
5) penulis mempertimbangkan jenis kutipan, kutipan langsung atau kutipan tak langsung
6) perhatikan teknik penulisan kutipan dan kaitannya dengan sumber rujukan

Fungsi Kutipan:

Kutipan memiliki fungsi tersendiri. Fungsi dari kutipan adalah sebagai berikut :
1) Menunjukkan kualitas ilmih yang lebih tinggi.
2) Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat.
3) Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana.
4) Memudahkan pembedaan data pustaka dan ketergantungan tambahan.
5) Mencegah pengulangan penulisan data pustaka.
6) Meningkatkan estetika penulisan.
7) Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi, dan memudahkan penyuntingan naskah yang  terkait dengan data pustaka.

Cara Menulis Kutipan Dengan Benar:

Penulisan dan pencantuman kutipan dengan pola Harvard ditandai dengan menuliskan nama belakang pengarang, tahun terbit, dan halaman buku yang dikutip di awal atau di akhir kutipan. Data lengkap sumber yang dikutip itu dicantumkan pada daftar pustaka. Ada dua cara dalam mengutip, yakni langsung dan tidak langsung. Kutipan langsung adalah mengutip sesuai dengan sumber aslinya, artinya kalimat-kalimat tidak ada yang diubah. Disebut kutipan tidak langsung jika mengutip dengan cara meringkas kalimat dari sumber aslinya, namun tidak menghilangkan gagasan asli dari sumber tersebut.
Demi mempermudah dalam menulis karya tulis ilmiah disini akan menjelaskan cara penggunaan kutipan.

Jenis Kutipan:

a. Kutipan langsung:

Kutipan Langsung ialah kutipan yang sama persis dengan teks aslinya,tidak boleh ada perubahan.Kalau ada hal yang dinilai salah/meragukan,kita beri tanda ( sic! ),yang artinya kita sekedar mengutip sesuai dengan aslinya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan itu.Demikian juga kalau kita menyesuaikan ejaan,memberi huruf kapital,garis bawah,atau huruf miring,kita perlu menjelaskan hal tersebut, missal [ huruf miring dari pengutip ],[ ejaan disesuaikan dengan EYD ],dll. Bila dalam kutipan terdapat huruf atau kata yang salah lalu dibetulkan oleh pengutip,harus digunakan huruf siku [ ….. ].

contoh :

·         Siswoyo(1980:30) menegaskan, "segala keputusan ilmiah hanya merupakan kemungkinan besar (probability) dan tidak mengakui adanya kebenaran mutlak (absolute truth)".

·         “Pustaka Java berisi ribuan (lebih dari 5000) kelas beraneka ragam keampuhan. Kekayaan ini merupakan kandungan tersembunyi bahwa penggunaannya dapat menghemat ratusan jam kerja. Keampuhan ini hanya dapat dimanfaatkan bila kita rajin mencoba. Sebelum membuat solusi sendiri, coba eksplorasi pustaka bahasa, mungkin telah diselesaikan” (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 37-38).

·         “Java memisahkan komponen untuk menampilkan keluaran dengan komponen untuk melakukan format keluaran. Keuntungan pemisahan antara lain format keluaran benar-benar sangat kaya melebihi yang dapat diperoleh di C++” (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 78).
·         Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang di inginkan oleh penulis atau pembicara (keraf,1983:3).

·         Dengan rumus ini kita dapat menaksir tingkat keterbacaan dan keterpahaman sebuah tulisan (perpera,1928: 168).

b. Kutipan tidak lansung ( Kutipan Isi )

Dalam kutipan tidak langsung kita hanya mengambil intisari pendapat yang kita kutip.Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit tanda petik.Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan kaki,dapat juga dengan sistem catatan langsung ( catatan perut ) seperti telah dicontohkan.
d. Kutipan pada catatan kaki
e. Kutipan atas ucapan lisan
f. Kutipan dalam kutipan
g. Kutipan langsung pada materi

Polymorphism, yang berarti mempunyai banyak bentuk, merupakan konsep pokok di dalam perancangan berorientasi objek. Dua objek atau lebih dikatakan polymorphic jika mempunyai antarmuka-antarmuka yang identik namun mempunyai perilaku-perilaku berbeda. (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 357).

·         ‘Bahasa Java tidak lagi hanya untuk pemanis di web sebagai applet yang membikin Duke berdansa. Java adalah kakas, tetap hanya perangkat, bagaimanapun tetap hanya orang hebat yang dapat memberi arti penting kakas seperti dikatakan James Gosling, tokoh terpenting di Java : “All along, the language was a tool, not the end”’. (Bambang Hariyanto, Esensi-esensi Bahasa Pemrograman Java, 2007, Hal. 7-8).

·         Seperti dikatakan oleh Gorys Keraf (1983:8) bahwa argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar y akin akan mendapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan penulis.

·         Alqur’an memerintahkan umat islam agar menggunakan akalnya dalam mengamati hakikat alam semesta. Perintah semacam itu di antaranya termaktub dalam surrah arrum [30] ayat 22.
.
·         Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tidak ada intervensi dalam pengusutan kasus Bank Century yang diduga terindikasi pelanggaran tindak pidana korupsi (Republika, Ahad 7 Maret 2010 halaman 1 ).


sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Kutipan
http://lytasapi.wordpress.com/2010/06/05/pengertian-fungsi-dan-jenis-kutipan/
http://dhonykurniadi0204.blogspot.com/2013/04/kutipan-langsung-dan-tidak-langsung.html

http://rickywahyudi16.blogspot.com/2013/07/contoh-kutipan-langsung-dan-tidak.html

Tugas CV

Tugas 5 : Bahasa Indonesia 2

CURICULLUM VITAE

Data Pribadi
Nama                                     : Muhamad Ganif Haruman
Tempat, Tanggal Lahir            : Jakarta, 20 Januari 1994
Alamat                                    : Jl. Raya Condet Gg. Anggrek No.16 RT.05/06 Kel. Cililitan – Kec. Kramat Jati 13640 Jak-Tim
Agama                                    : Islam
Status                                     : Belum Menikah
No Telepon & Email               : 0838-98664-066 & m.ganif.h@gmail.com
Hobi                                       : Olahraga, Game online – offline, Internet, Traveling.

Riwayat Pendidikan
-          Formal
1999 TK Raudhatul Athfal Fitriah
2005 SD MI Al – Ikhsan Jakarta
2008 Mts N 6 Jakarta
2011 SMA Muhammadiyah 4 Jakarta

-          Non Formal
2004 SSB Wijaya Kesuma
2009 LBPP LIA Elementary Levels
2010 LBPP LIA Intermediate Levels
2011 LBPP LIA High Intermediate Levels

Pengalaman Kerja

Importir pakaian olahraga dan owner shop online pakaian olahraga